Journal

Anak Muda berikut akan mengubah Persepsimu tentang Santri

Di tengah hingar-bingar peringatan Hari Santri Nasional di jejaring sosial, sebuah tulisan iseng secara tak sengaja muncul di Timeline Facebook:

“Santri, tidaklah lantas melulu menjadi guru agama, ustadz, dan penghulu.”

Tulisan tadi menarik karena secara tidak langsung menunjukkan betapa masyarakat masih memandang santri dalam perspektif yang sangat sempit. Seolah-olah kalau lulusan pesantren itu kerjanya ya “hanya” guru agama, ustadz, atau penghulu saja. Bukannya saya merendahkan profesi-profesi tadi. Masing-masing toh punya peran yang tak bisa dianggap remeh di masyarakat. Tapi, saya kemudian bertanya, benarkah peran santri khususnya di Indonesia hanya sebatas pada pekerjaan-pekerjaan tadi? Mungkin, kita perlu “piknik” sejenak dan berkenalan dengan nama-nama di bawah ini, mereka yang berlatarbelakang santri, tapi prestasinya di bidang keilmuan dan pengabdian masing-masing telah mengubah persepsi saya tentang “santri”.
Continue reading

Advertisements
Standard
Journal

Bersungguh-sungguh dalam Belajar

Saat saya mendengar nama Li Zexiang sebagai salah satu pembicara di IROS 2015, saya awalnya tidak terlalu tertarik karena namanya kurang familiar bagi saya. Baru setelah beliau membuka presentasinya dengan membahas beberapa topik geometrical robotics seperti Screw Theory, Exponential Coordinate, hingga Topological Manifold, saya baru sadar bahwa beliau adalah salah satu penulis buku legendaris di dunia robotika, A Mathematical Introduction to Robotic Manipulation. Meskipun belum khatam-khatam juga, buku ini sangat berkesan bagi saya, terutama karena dulu bab-bab awalnya dijadikan bacaan wajib oleh pembimbing skripsi saya, Pak Adha Cahyadi, bagi siapa saja yang akan bergabung ke tim riset UAV Teknik Elektro UGM. Buku ini juga bisa diunduh secara gratis dan merupakan salah satu buku yang secara khusus saya cetak sebagai bekal ke London.

lie
Continue reading

Standard
Journal

GMAT dan Arti Estafet Perjuangan

Di fase-fase awal saya menjadi mahasiswa S1 Teknik Elektro UGM, jujur saja saya belum pernah mendengar nama Gadjah Mada Aerospace Team (GMAT), yang dulunya masih bernama GAMASAT (Gadjah Mada Satellite) atau Tim Roket UGM (seriously, meskipun tujuannya bukan menculik Pikachu). Saat itu, sebagai mahasiswa baru, yang sering saya dengar adalah nama Tim Robot UGM dengan segudang prestasinya di level nasional maupun internasional, ataupun Kontingen PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) UGM yang beberapa kali menjadi juara umum PIMNAS. Entah bagaimana awalnya, saya akhirnya justru bergabung dengan Tim GAMASAT ini di akhir 2011.

gmat12
Continue reading

Standard
Journal

Surat untuk Sahabat

Dalam hitungan beberapa jam lagi, salah satu sahabat baik saya akan menjalani prosesi istimewa dalam hidupnya…
Saya sudah tak ingat lagi kapan dan bagaimana tepatnya pertemuan kami dulu. Yang jelas, kami akrab karena punya ketertarikan pada banyak hal yang sama. Buku adalah salah satunya. Saya ingat beberapa kali kami sempat merekomendasi buku untuk dibaca satu sama lain dan tak jarang berdiskusi panjang tentang buku-buku yang telah kami baca. Hal lainnya adalah karena sahabat saya ini punya banyak game yang begitu menarik buat adik saya Bintang. Kalau keduanya sudah ketemu, rasanya seolah-olah dia ini lah kakak Bintang, bukan saya.
Continue reading

Standard
Journal

“Kebahagiaan terbesar dalam hidupku adalah bisa menikah denganmu.”

Cinta. Kalau dilihat-lihat lagi, rasanya jarang saya menulis tentang topik yang satu ini. Selama lebih dua puluh tahun hidup, rasa-rasanya minim sekali pengalaman pribadi tentang topik ini. Bahkan sampai beberapa kali ada yang bertanya, “Kamu nggak pernah jatuh cinta ya?”. Tapi hari ini entah mengapa saya merasa sedikit melankolis. Dan mendadak saya teringat tentang kisah sepasang insan manusia ini…
Continue reading

Standard
Journal

Ramadhan terakhirnya…

Saya masih ingat hari itu…

Saya masih ingat hari ketika saya melangkah sempoyongan, menahan kantuk dan dinginnya angin dini hari, menuju masjid tak jauh dari rumah kami. Jalanan sepi. Tak ada suara terdengar. Hanya satu-dua sosok di kejauhan yang sepertinya juga tengah menuju tempat yang hendak saya datangi. Wajar saja. Malam masih larut. Subuh masih beberapa jam lagi.
Continue reading

Standard