Academic

The good and bad of being a research student: Refleksi Sembilan Bulan Studi Doktoral

Sebuah pesan baru masuk ke e-mail saya pagi itu. Saya pun seketika meletakkan kertas berisikan persamaan-persamaan matematis di tangan kiri ke atas meja kerja dan berhenti melanjutkan coding yang tengah saya susun. Pengirim pesan itu tak saya kenal. Sepertinya bagian akademik kampus. Tujuan utamanya adalah supervisor saya. Saya menerima pesan itu karena e-mail saya ikut dicantumkan sebagai tembusan. Membaca isinya membuat saya tertegun sejenak:

The expected start date of the upgrade period for Ahmad Ataka Awwalur Rizqi has now been reached

Pesan itu mengabarkan bahwa secara legal formal saya sudah bisa di-“upgrade” menjadi Ph.D Student. Sistem studi doktoral di UK memang mengharuskan mahasiswa menempuh masa “9 bulan percobaan” sebagai Ph.D Candidate sebelum menempuh ujian transfer antara bulan ke-9 hingga ke-18. Artinya, saat ini sudah 9 bulan saya menempuh studi di sini. Sembilan bulan… Sedemikian cepat waktu berlalu…

kcl
Continue reading

Standard
Academic

IELTS vs IBT: Part 2

Di tulisan sebelumnya, saya sempat membahas persamaan antara IELTS dan IBT. Sebagai orang yang entah beruntung atau buntung pernah mencicipi keduanya, saya mengamati ada beberapa perbedaan utama antara IELTS dan IBT. Perbedaan ini penting diketahui agar calon peserta tes bisa benar-benar mempersiapkan diri dengan baik sesuai dengan jenis tes yang akan diambil, baik IELTS maupun IBT. Lalu, apa saja perbedaan itu?
Continue reading

Standard